Catatan Kritis Lingkungan Hidup 2025

Catatan Kritis Lingkungan Hidup 2025

Catatan Kritis Lingkungan Hidup 2025, berisi tentang ringkasan dari berbagai kerusakan ekologis di Daerah Istimewa Yogyakarta yang tidak muncul secara tiba  – tiba, melainkan konsekuensi logis yg di lahirkan dari tindakan tindakan ekpansi kapital.  Bagian pertama dari tulisan ini, menganalisis industri ekstraktif, limbah dari pabrik gula dan spirtus, hingga kegagalan tata kelola sampah yang mengancam keberlanjutan fungsi ekologis. Dalam bagian ini kami mencoba melihat rangakaian – rangakaian fenomena tersebut dengan menggunakan konsep “Cheap Nature” yang di kemukakan oleh Jason Moore dalam buku Capitalism in the Web of life, dimana segala bentuk ekspansi kapital yang bertujuan untuk mendapatkan “Alam murah” seperti: cheap raw materials dan Cheap food, dalam prosesnya pasti berakibat pada kerusakan ekologis.

Bagian kedua, tulisan ini membaca prospek krisis ke depan seperti bagaimana pemanfaatan sampah menjadi energi listrik (PSEL), pengembangan industri (Bioetabol) serta ekspansi pariwisata yang memperdalam kerentanan ekologis DIY.  Bagian ini memadukan analisis ancaman, dinamika, dan arah kebijakan yang berfungsi sebagai peringatan  bahwa masa depan ekologis Yogyakarta berada di persimpangan. Dua Bagian Catatan Kritis Lingkungan Hidup 2025 menjadi suatu pandangan kritis yang di tawarkan dalam melihat seluruh problematika yang hadir di Yogyakarta.

Kami mengajak Anda semua untuk turut memperdalam pemahaman, mempertanyakan kembali masalah social-ekologis melalui lensa ekonomi politik dalam pembacaan Catatan Kritis Lingkungan Hidup 2025 “Kerusakan Ekologis dalam Lintasan Jejak Kapital di Jantung Feodal” di sini.

Previous Membumikan Semangat “Energi Kolektif untuk Negeri”: IMM DIY Luncurkan Mosi Kebangsaan Menjelang Tanwir

Ikuti kami di

Jl. Gedongkuning No.130B, Kotagede, D.I. Yogyakarta, 55171

IT DPD IMM DIY © 2024.